
Kemenag - MAN 1 Batang Hari - Kegiatan sosialisasi di MAN 1 Batang Hari menyoroti pentingnya pemahaman mendalam tentang pernikahan di kalangan remaja. Acara bertajuk Sosialisasi Gerakan Sadar Pencatatan Nikah bagi Remaja Usia Nikah ini diikuti oleh 60 siswa dengan pendampingan tujuh guru. Narasumber berasal dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jambi dan anggota Komisi VIII DPR Provinsi Jambi. Kegiatan berlangsung interaktif, dipandu oleh MC dan moderator.
Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi tentang risiko pernikahan dini dan pentingnya pencatatan pernikahan secara legal. Setelah sosialisasi, siswa diminta melakukan refleksi melalui sejumlah pertanyaan yang menggali pemahaman, perubahan pola pikir, serta komitmen pribadi mereka.

Berdasarkan refleksi yang dikumpulkan, materi mengenai risiko pernikahan dini menjadi salah satu hal yang paling membekas di benak siswa. Dinda Lestari mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru tentang pernikahan dini. Az Zahra Putri dari kelas XI B menyoroti dampak negatif pernikahan dini dan menegaskan bahwa praktik tersebut tidak boleh dinormalisasi. Novi Yatul Raudah dari kelas X A juga menyampaikan pesan tegas agar tidak menikah di usia muda.
Selain itu, aspek legalitas pernikahan turut menjadi perhatian. Septine Safitri dari kelas XII D menyoroti akibat menikah siri karena belum cukup umur dan menekankan pentingnya legalitas hukum dalam pernikahan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mulai memahami bahwa pernikahan bukan hanya soal hubungan pribadi, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan dan kepastian hukum.

Komitmen siswa setelah mengikuti sosialisasi juga tercermin dalam refleksi mereka. Banyak siswa menyatakan keinginan untuk lebih fokus pada pendidikan, menjaga pergaulan, dan meraih cita-cita sebelum memikirkan pernikahan. Tata Aida Susneita dari kelas X C menuliskan komitmennya untuk menyelesaikan pendidikan dan menghindari pergaulan yang tidak baik. Fiqi Solihatan Al Kausar dari kelas X A menegaskan tekad untuk fokus belajar dan mencapai cita-cita, dengan pesan motivasi "Cita-cita baru cinta."
Silvia Dewi Annur dari kelas X A juga menyampaikan bahwa ia kini lebih memahami bahwa pernikahan memerlukan banyak pertimbangan. Ia berkomitmen untuk mengejar pendidikan dan cita-cita sebelum memikirkan pernikahan, serta mengingatkan teman-temannya agar tidak terburu-buru menikah.
Refleksi siswa ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong peserta untuk berpikir kritis, menilai, dan menghubungkan materi dengan kehidupan mereka. Meski belum dapat dijadikan ukuran perubahan perilaku secara menyeluruh, jawaban siswa menjadi gambaran awal tumbuhnya kesadaran dan pemahaman baru.
Pada akhirnya, kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi tentang pernikahan bagi remaja tidak hanya soal pencatatan nikah, tetapi juga kesiapan mental, tanggung jawab, perlindungan hukum, dan perencanaan masa depan. Masa remaja di madrasah menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat pengetahuan, membangun akhlak, menjaga pergaulan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan hidup ke depan.

MAN 1 Batang Hari berharap, pesan-pesan yang diperoleh dari sosialisasi ini tidak berhenti sebagai pengetahuan sesaat, melainkan tumbuh menjadi kesadaran yang membimbing siswa dalam mengambil keputusan secara bijaksana. Keberhasilan pendidikan diukur bukan hanya dari seberapa banyak materi yang diingat, tetapi dari kemampuan siswa mengambil hikmah, membangun komitmen, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu mempersiapkan masa depan dan tanggung jawab kehidupan dengan lebih matang.
Penulis : Rohmi
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
48x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...