
Batang Hari, 25 September 2025 - Dengan menggunakan Discovery Learning, Eli Suryani, Guru Biologi MAN 1 Batanghari berhasil membuat siswa antusias dan kasmaran dalam proses pembelajaran. Dan itulah yang terjadi sewaktu ibu guru yang biasa dipanggil MAMI oleh murid dalam pembelajaran yang bertemakan: Mengamati tumbuhan monokotil dan dikotil.
Dengan sangat kreatif, ibu guru ini membawa murid ke halaman madrasah. Murid diminta mengamati berbagai tumbuhan—rumput, jagung, kelapa, mangga, kacang tanah, atau tumbuhan lain. Dengan penuh keyakinan, ibu guru itu bertanya: “Mengapa daun padi berbeda dengan daun mangga?”, “Kenapa batang jagung berbeda dengan batang kacang tanah?”

Pertanyaan pemantik ini membuat murid penasaran dan mulai menyadari ada sesuatu yang harus dicari tahu. Kemudian, murid diarahkan untuk merumuskan masalah: Apa perbedaan antara tumbuhan berbiji satu (monokotil) dan tumbuhan berbiji dua (dikotil)?. Bagaimana ciri khas daun, batang, akar, dan bunganya?
Yang paling menarik, Murid dibagi ke dalam 3 kelompok. Setiap kelompok diberi tugas mengamati tumbuhan nyata (bukan hanya gambar di buku). Mereka mencatat ciri daun, tulang daun, bentuk akar, susunan bunga, dan bentuk batang. Untuk menambah semangat, guru bisa membuat kegiatan seperti “detektif tumbuhan”: murid membawa lup, kamera HP, atau kertas pengamatan. Di sini, murid menemukan sendiri pola dan perbedaan yang jelas, bukan hanya diberitahu.
Dan strategi pembelajaran yang digunakan ibu ini bisa dikenal dengan nama: Discovery Learning, yaitu suatu metode belajar di mana siswa membangun pengetahuan mereka sendiri melalui keterlibatan aktif dengan konsep dan prinsip, dengan cara menemukan, bukan sekadar menerima informasi (Bruner)

Dengan metode outdoor learning, siswa dapat lebih mudah memahami materi karena mereka dapat melihat langsung contoh-contoh tumbuhan monokotil dan dikotil di sekitar mereka. Kegiatan ini juga membantu meningkatkan keterampilan sosial dan kerja sama antar siswa, begitu kata inspiratif yang disampaikan oleh ibu Eli Suryani.
Kreativitas dan inovasi ibu Eli Suryani layak ditiru dan dicontoh oleh guru guru yang lain. Ternyata belajar itu tidak mengenal usia. Inilah contoh guru kreatif, pembelajar sejati, ibu buru ini tidak hanya mengajarkan, tetapi juga terus belajar dari pengalaman, lingkungan, kolega, bahkan dari murid-muridnya.
Kita tunggu gebrakan terbaru dari ibu Eli Suryani.
Penulis : Eli Suryani
Editor :Yofi
Publish : Humas Mansa Batang Hari
|
329x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...