
Kemenag - MAN 1 Batang Hari-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Batang Hari dan wilayah Provinsi Jambi menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah dan madrasah. Salah satu madrasah yang terdampak adalah MAN 1 Batang Hari, yang sejak Kamis, 27 Agustus 2026, hingga Senin, 31 Agustus 2026, menerapkan sistem pembelajaran daring sebagai langkah antisipasi.
Kebijakan ini diambil untuk menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh warga madrasah, terutama peserta didik dan tenaga pendidik, mengingat kualitas udara yang belum membaik. Selama masa pembelajaran jarak jauh, para guru tetap memberikan layanan pembelajaran dari sekolah, sementara siswa mengikuti proses belajar dari rumah masing-masing.

Senin pagi, 31 Agustus 2026, salah satu kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung adalah mata pelajaran Al-Qur'an Hadis di kelas X D. Kegiatan ini dipandu oleh Ummu Rohim, guru pengampu mata pelajaran tersebut, yang menyampaikan materi dari sekolah sesuai arahan Plt. Kepala MAN 1 Batang Hari, Nurdin, S.Pd., M.Pd.I.
Pembelajaran daring diawali dengan doa bersama secara virtual, memohon kesehatan dan keselamatan bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Batang Hari di tengah kondisi udara yang kurang sehat. Setelah itu, guru melakukan pengecekan kehadiran peserta didik melalui WhatsApp Group dan Zoom Video Call. Kedua platform ini digunakan untuk memastikan kehadiran siswa sekaligus menjadi sarana interaksi selama proses pembelajaran.
Materi yang disampaikan pada pertemuan tersebut mengangkat tema "Sejarah Turunnya Al-Qur'an dan Kodifikasinya." Guru memberikan penjelasan materi dan menyampaikan tugas yang harus dikerjakan siswa dari rumah. Dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran, menyimak penjelasan guru, berkomunikasi, serta mengerjakan tugas sesuai instruksi.
Setelah seluruh materi dan tugas disampaikan, kegiatan pembelajaran daring ditutup sesuai durasi yang telah ditetapkan. Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban, guru piket tetap melaksanakan tugas dengan memantau jalannya kegiatan belajar mengajar di setiap kelas. Keberadaan guru piket penting untuk menjaga jadwal pembelajaran, menghindari tumpang tindih kegiatan, serta memastikan seluruh proses tetap terkoordinasi.
Koordinasi antara pimpinan madrasah, guru mata pelajaran, guru piket, dan peserta didik menjadi kunci agar pelaksanaan pembelajaran daring tetap optimal meskipun dalam kondisi darurat. Semangat belajar siswa MAN 1 Batang Hari tetap tinggi, terbukti dari tanggapan positif sejumlah siswa terhadap kebijakan pembelajaran daring.

Vivian, salah satu siswa kelas X D, menyatakan bahwa pembelajaran daring sangat membantu dalam situasi kabut asap. "Menurut saya pembelajaran daring cukup membantu karena kami tetap bisa belajar meskipun tidak datang ke sekolah. Guru juga tetap memberikan materi dan tugas sehingga kegiatan belajar tetap berjalan," ujarnya.
Siswa lain juga mengapresiasi penggunaan WhatsApp Group dan Zoom dalam pembelajaran. Menurut mereka, komunikasi melalui media tersebut membuat siswa tetap dapat berinteraksi dengan guru dan teman-teman meskipun berada di rumah. "Awalnya memang terasa berbeda karena biasanya belajar langsung di kelas. Namun, dengan adanya Zoom dan WhatsApp, kami masih bisa mengikuti pembelajaran dan bertanya kepada guru jika ada materi yang belum dipahami," tutur seorang siswa.
Antusiasme siswa menunjukkan bahwa keterbatasan kondisi lingkungan tidak menjadi penghalang untuk terus belajar. Situasi ini juga menjadi kesempatan bagi guru dan siswa untuk semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam mendukung proses pendidikan.

Pelaksanaan pembelajaran daring di MAN 1 Batang Hari merupakan upaya madrasah untuk menjaga kesehatan dan keselamatan warga tanpa mengabaikan hak peserta didik memperoleh pendidikan. Madrasah juga terus memantau kondisi lingkungan dan kualitas udara, serta akan menyesuaikan kebijakan pembelajaran sesuai perkembangan situasi.
Kegiatan pembelajaran daring yang berlangsung sejak 27 hingga 31 Agustus 2026 membuktikan bahwa proses pendidikan dapat tetap berjalan meskipun dihadapkan pada kondisi yang tidak ideal. Kolaborasi antara pimpinan madrasah, guru, tenaga kependidikan, guru piket, peserta didik, dan orang tua menjadi faktor penting agar pembelajaran tetap berlangsung dengan baik.
Ke depan, evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran daring akan terus dilakukan, terutama terkait kestabilan jaringan internet, efektivitas penyampaian materi, keaktifan siswa, serta kesesuaian beban tugas. Guru diharapkan dapat terus mengembangkan metode pembelajaran yang interaktif agar siswa tetap bersemangat meskipun belajar dari rumah.
Madrasah berharap kondisi kabut asap akibat Karhutla segera membaik dan kualitas udara kembali normal, sehingga seluruh keluarga besar MAN 1 Batang Hari dapat kembali beraktivitas seperti biasa dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan.
Penulis : Rohmi (Ummu Rohim)
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
46x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...