
Batang Hari-19 Mei 2026, suasana pembelajaran Al-Qur'an Hadis di kelas X MAN 1 Batang Hari tampak berbeda dari biasanya. Ruang kelas dipenuhi antusiasme ketika para siswa diajak untuk lebih mendalami kisah hidup dan karya besar para ulama ahli hadis. Materi kali ini mengangkat tema "Mengenal Biografi Tokoh-Tokoh Hadis dan Karyanya", yang bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal nama-nama ulama, tetapi juga memahami peran penting mereka sebagai pelopor dalam menjaga dan menyebarkan ilmu hadis.
Ibu Rohmi, S.Pd.I, yang akrab disapa Ummu Rohim, menjadi pengampu mata pelajaran ini. Ia menekankan pentingnya memahami filosofi di balik perjuangan para tokoh hadis. "Para tokoh hadis ini adalah pahlawan. Mereka adalah pembawa lentera yang tak kenal lelah, melakukan perjalanan ribuan kilometer, memastikan cahaya sunah Rasulullah SAW tetap murni dan sampai kepada kita hari ini," jelasnya saat membuka kegiatan pembelajaran.

Untuk membahas materi yang cukup luas, Ibu Ummu Rohim menerapkan metode pembelajaran Model Jigsaw. Melalui metode ini, siswa tidak hanya berperan sebagai pendengar, tetapi juga menjadi "ahli" pada bagian materi tertentu yang harus mereka kuasai dan sampaikan kepada teman sekelompok. Siswa dibagi ke dalam kelompok asal dan kelompok ahli. Setiap kelompok ahli bertugas mendalami biografi tokoh hadis tertentu dengan menggunakan buku paket dan sumber digital yang valid. Setelah itu, anggota kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk berbagi informasi, sehingga seluruh siswa memperoleh pemahaman menyeluruh mengenai tokoh-tokoh hadis yang dipelajari.
Metode pembelajaran yang interaktif ini mendapat sambutan positif dari para siswa. Indi Khofifah, salah satu siswi kelas X, menyampaikan pengalamannya, "Belajar dengan model Jigsaw ini seru banget. Kami nggak cuma membaca sendirian, tapi dituntut buat paham supaya bisa menjelaskan ke teman-teman yang lain. Lewat materi ini, kami jadi sadar dan kagum banget sama perjuangan luar biasa para pahlawan hadis dalam menjaga keaslian sabda Nabi," ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan pembelajaran ini tidak berhenti sampai di situ. Hasil kerja kelompok yang telah disusun oleh para siswa akan dipajang dan dipresentasikan melalui model Gallery Walk pada pertemuan berikutnya. Melalui Gallery Walk, siswa dapat saling melihat dan mempelajari hasil karya kelompok lain, sehingga pemahaman mereka semakin mendalam.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, pembelajaran akan ditutup dengan refleksi akhir. Refleksi ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana nilai-nilai perjuangan para tokoh hadis telah terinternalisasi dalam diri siswa kelas X MAN 1 Batang Hari.
Dengan penerapan model pembelajaran inovatif seperti ini, MAN 1 Batang Hari menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan spiritual dengan sejarah peradaban Islam. Upaya ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa hormat dan inspirasi bagi siswa terhadap perjuangan para ulama dalam menjaga kemurnian ajaran Islam.
Penulis : Rohmi
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
54x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...