
Batang Hari, Senin, 9 Februari 2026-Suasana khidmat terasa di halaman madrasah saat upacara bendera berlangsung. Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Nurdin, S.Pd, M.Pd.I., menyampaikan amanat yang menyoroti pentingnya muhasabah atau evaluasi diri sebagai pondasi dalam membangun kesadaran diri siswa.
Dalam pidatonya di hadapan seluruh siswa, guru, dan staf, Nurdin menegaskan bahwa awal pekan bukan hanya rutinitas, melainkan momen penting untuk melakukan introspeksi. Ia menyebut muhasabah sebagai cermin bagi hati dan pikiran, serta langkah awal yang sangat penting untuk mengenal diri sendiri, memahami posisi saat ini, dan menentukan tujuan ke depan. "Muhasabah, atau evaluasi diri, adalah cermin bagi hati dan pikiran. Ia adalah langkah pertama dan terpenting untuk mengenali siapa diri kita, di mana posisi kita, dan ke mana tujuan kita," ujar Nurdin.

Nurdin menambahkan bahwa proses membangun kesadaran diri tidak terjadi secara instan, melainkan membutuhkan keberanian untuk jujur pada diri sendiri. Ia mendorong siswa agar rutin melakukan muhasabah, baik setiap hari, setiap pekan, maupun setelah menyelesaikan suatu aktivitas. Dengan cara ini, siswa dapat mengidentifikasi kekuatan yang bisa dikembangkan dan kelemahan yang perlu diperbaiki.
Ia juga mengajak siswa untuk bertanya pada diri sendiri setiap selesai belajar, berinteraksi dengan teman, atau sebelum tidur. Pertanyaan seperti "Apa yang sudah saya pelajari hari ini?" dan "Apakah tindakan saya sudah mencerminkan akhlak yang baik?" diharapkan dapat membantu siswa menajamkan nurani, meningkatkan disiplin, serta membentuk pribadi yang bertanggung jawab. Nurdin menekankan bahwa kebiasaan sederhana ini dapat membentuk karakter yang kuat dan bertanggung jawab di hadapan Allah SWT.
Lebih lanjut, Nurdin mengaitkan konsep muhasabah dengan kecerdasan spiritual yang penting dalam kehidupan akademik dan sosial siswa. Ia berharap kesadaran diri yang terbangun tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga tercermin dalam sikap menghargai perbedaan, menghormati guru dan orang tua, serta menjaga nama baik madrasah.
"Ketika kalian sadar akan potensi diri, kalian akan termotivasi untuk belajar lebih giat. Ketika kalian sadar akan kesalahan, kalian akan memiliki kerendahan hati untuk meminta maaf dan memperbaiki diri. Inilah esensi pendidikan karakter yang sejati," tegas Nurdin dalam amanatnya.

Amanat yang disampaikan dengan penuh keteladanan ini mendapat respons positif dari para peserta upacara. Banyak siswa yang terlihat merenung dan menyimak dengan seksama. Sari, salah satu siswa kelas XI, mengungkapkan, "Pesan Pak Nurdin mengingatkan saya untuk lebih sering mengevaluasi diri, tidak hanya mengejar nilai tapi juga menjadi pribadi yang lebih baik."
Sebagai penutup, Nurdin berharap agar nilai-nilai muhasabah dapat diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ia menekankan pentingnya membangun kesadaran diri agar siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Dengan fondasi kesadaran diri yang kuat, generasi muda diharapkan mampu menghadapi tantangan masa depan dengan integritas dan ketangguhan.
Penulis : Nurdin
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
35x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...