
Batang Hari, 2 Februari 2026-Suasana pembelajaran di kelas XI D Fase E MAN 1 Batang Hari terlihat berbeda saat pelajaran Sosiologi berlangsung. Guru Sosiologi, Feri Hariyadi, M.Ud, menghadirkan materi konflik sosial dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Melalui metode ini, siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga diajak menganalisis dinamika konflik yang terjadi di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Feri Hariyadi menerapkan metode pembelajaran aktif. Siswa dilibatkan secara langsung melalui diskusi kelompok, simulasi, dan proyek sederhana. Mereka diajak untuk mengidentifikasi contoh konflik sosial di lingkungan sekitar, menganalisis penyebabnya, serta merumuskan alternatif penyelesaian. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih hidup dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Selain diskusi kelompok, debat dan diskusi mengenai isu-isu sosial terkini juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk menyampaikan pendapat secara argumentatif, menghargai perbedaan pandangan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis dalam melihat suatu permasalahan sosial. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Kegiatan simulasi dan role play turut menambah antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran. Dalam simulasi ini, siswa memerankan situasi konflik yang sering terjadi di masyarakat, seperti perbedaan kepentingan atau kesalahpahaman antarindividu dan kelompok. Melalui peran tersebut, siswa belajar memahami sudut pandang berbagai pihak serta menemukan solusi yang mengedepankan dialog dan toleransi.

Feri Hariyadi menegaskan pentingnya pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis dan empati. "Pembelajaran ini membantu siswa berpikir kritis dan empati," ujarnya. Dengan metode interaktif yang diterapkan, kegiatan pembelajaran konflik sosial di kelas XI D Fase E dinilai berhasil meningkatkan pemahaman siswa. Selain itu, metode ini juga membentuk karakter siswa agar lebih peduli dan bijak dalam menyikapi perbedaan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pembelajaran yang diterapkan di MAN 1 Batang Hari ini menjadi contoh bagaimana pendekatan interaktif dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan membekali siswa dengan keterampilan sosial yang penting untuk kehidupan sehari-hari. Melalui pengalaman langsung, siswa diharapkan mampu menjadi individu yang lebih toleran dan siap menghadapi tantangan sosial di lingkungan mereka.
Penulis : Feri
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
48x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...