
Kemenag - MAN 1 Batang Hari - Muthoba'ah yang digelar pada Jumat, 2 Oktober 2026 di ruang pertemuan MAN 1 Batang Hari bukan sekadar agenda rutin administratif. Lebih dari itu, forum ini menjadi cermin bagaimana sebuah madrasah membangun budaya kebersamaan melalui komunikasi yang terbuka, terstruktur, dan penuh kehangatan. Di tengah kesibukan akademik yang padat, pertemuan semacam ini justru menjadi oase yang menyegarkan, tempat setiap elemen madrasah bertemu, berdiskusi, dan menyatukan langkah.
Salah satu hal yang menarik dari forum ini adalah keterlibatan lintas elemen yang cukup komprehensif. Dipandu oleh Kepala Urusan Tata Usaha, M. Chusaini, SE, dan dikoordinir langsung oleh Plt. Kepala MAN 1 Batang Hari, Nurdin, S.Pd, M.Pd.I, forum ini menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya dibangun secara horizontal antar rekan sejawat, tetapi juga vertikal antara pimpinan dan staf. Kehadiran pimpinan dalam forum diskusi semacam ini mengirimkan pesan kuat: setiap suara dianggap penting, dan setiap laporan layak didengar.

Agenda yang cukup padat, mulai dari laporan wali kelas tentang pembentukan paguyuban kelas, persiapan OMI & Kompas, evaluasi rapat komite tentang keamanan lalu lintas anak, hingga pemantapan pelaksanaan TKA menunjukkan bahwa muthoba'ah bukanlah forum formalitas. Setiap poin yang dibahas memiliki implikasi langsung terhadap kualitas layanan pendidikan. Dalam konteks inilah kebersamaan menjadi kunci: tanpa kerja sama yang solid, agenda sepadat itu mustahil dituntaskan dengan baik.
Kehadiran pengawas madrasah, Bapak Amri Ikhsan, M.Pd., yang memberikan penguatan tentang strategi sukses pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA), menambah dimensi lain dari kebersamaan ini. Forum diskusi berubah menjadi ruang belajar bersama, di mana pengalaman dan pengetahuan dibagikan tanpa sekat jabatan. Ini adalah wujud kebersamaan yang substantif bukan sekadar berkumpul, tetapi saling menguatkan kapasitas.

Pembahasan tentang persiapan Agen Perubahan, penandatanganan fakta integritas, sosialisasi aplikasi SRIKANDI, hingga tindak lanjut rehabilitasi mushola dan rencana pelantikan pengurus komite 2026-2029, semuanya menggambarkan satu hal: madrasah ini sedang membangun ekosistem yang terintegrasi. Kebersamaan menjadi perekat yang memastikan setiap program tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling menopang dalam satu tujuan besar.
Yang tak kalah penting adalah bagaimana forum ini diakhiri: dengan ramah-tamah dan makan siang bersama. Dalam kultur organisasi, momen informal semacam ini sering kali menjadi ruang paling efektif untuk mempererat hubungan personal. Di meja makan, hierarki mencair, komunikasi menjadi lebih cair, dan kebersamaan terasa lebih autentik. Ini adalah investasi sosial yang murah namun berdampak besar bagi iklim kerja madrasah.
Tentu, tantangan terbesar dari forum semacam ini adalah menjaga keberlanjutannya. Muthoba'ah mingguan jangan sampai menjadi rutinitas yang kehilangan makna. Kebersamaan harus menjadi budaya, bukan sekadar agenda yang dihadiri karena kewajiban. Untuk itu, diperlukan konsistensi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus mengevaluasi diri.

Pada akhirnya, muthoba'ah mingguan di MAN 1 Batang Hari adalah potret kecil dari bagaimana sebuah lembaga pendidikan membangun kekuatan kolektifnya. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, kebersamaan bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan. Forum seperti ini adalah pengingat bahwa madrasah yang hebat tidak dibangun oleh individu-individu hebat yang bekerja sendiri-sendiri, melainkan oleh tim yang solid, saling mendukung, dan bergerak bersama menuju satu tujuan. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga, tidak hanya di ruang pertemuan, tetapi juga dalam setiap langkah nyata pelayanan pendidikan kepada anak-anak bangsa.
Penulis : Nurdin
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
30x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...