
Kemenag - MAN 1 Batang Hari - Monitoring dan survei menjadi dua instrumen penting dalam pengelolaan lembaga pendidikan yang berkualitas. Monitoring bertujuan memastikan setiap program berjalan sesuai rencana, sementara survei memberikan gambaran objektif mengenai kondisi nyata di lapangan. Kedua hal ini menjadi dasar pelaksanaan kegiatan di MAN 1 Batang Hari bersama Komite Madrasah pada Jumat, 25 September 2029.
Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi yang melibatkan Ketua Komite, Cut Husin, sebagai bentuk komitmen madrasah dalam membangun sarana dan prasarana pendukung proses pembelajaran. Rapat tersebut juga dihadiri oleh kepala madrasah, kepala tata usaha, wakil kepala bidang akademik, bendahara, pembina keagamaan, dan staf tata usaha. Kehadiran berbagai unsur ini menegaskan bahwa pembangunan madrasah merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak terkait.

Dalam forum tersebut, Plt. Kepala Madrasah, Nurdin, S.Pd., M.Pd.I., memaparkan capaian rehabilitasi yang telah selesai maupun yang masih dalam proses pengerjaan. Paparan ini menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas terhadap program yang sedang dijalankan. Selain itu, Pembina Keagamaan, Ustadz Sopian, S.Ag., juga menyampaikan rencana perbaikan tempat wudhu dan pengecatan ulang. Hal ini menunjukkan perhatian madrasah tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada fasilitas ibadah yang menjadi bagian penting dari lingkungan madrasah.

Ketua komite melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan, mulai dari penyelesaian pengecatan lapangan utama, pembersihan lahan di belakang madrasah, pengerukan penampung air, rehabilitasi fasilitas mushola, hingga perencanaan pembangunan ke depan. Peninjauan lapangan ini memberikan gambaran nyata kepada komite, sehingga evaluasi dan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara lebih objektif dan berdasarkan data aktual, bukan hanya dari laporan tertulis.
Dari sisi akuntabilitas, kegiatan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban madrasah kepada komite dan masyarakat. Komite madrasah berperan sebagai penghubung antara madrasah, orang tua atau wali murid, serta masyarakat sekitar. Pelibatan aktif komite dalam monitoring dan survei pembangunan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan madrasah. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat bahwa dana dan sumber daya yang ada benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan.

Meski demikian, monitoring dan survei tidak cukup hanya dilakukan secara seremonial. Diperlukan tindak lanjut yang konsisten, seperti penyusunan jadwal monitoring berkala, dokumentasi setiap temuan dan rekomendasi, serta penetapan target waktu dan indikator keberhasilan pada setiap rencana pembangunan. Koordinasi juga sebaiknya melibatkan dinas terkait, tokoh masyarakat, dan perwakilan orang tua siswa agar hasil yang dicapai lebih optimal dan berkelanjutan.
Selain pembangunan, aspek pemeliharaan pasca-pembangunan juga penting untuk diperhatikan. Menjaga dan merawat fasilitas yang sudah ada menjadi bagian dari tanggung jawab bersama seluruh warga madrasah. Edukasi mengenai pentingnya menjaga fasilitas harus terus dilakukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang. Rencana perbaikan tempat wudhu dan pengecatan sebaiknya disertai sistem pemeliharaan yang berkelanjutan agar fasilitas tetap terjaga fungsinya.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring dan survei bersama Komite Madrasah MAN 1 Batang Hari menjadi contoh sinergi yang baik antara madrasah dan komite dalam mendorong kemajuan pendidikan. Diharapkan langkah ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi budaya kerja yang berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid, transparansi, dan komitmen terhadap mutu, MAN 1 Batang Hari dapat terus berkembang menjadi madrasah yang unggul dan membanggakan bagi masyarakat sekitar.
Penulis : Nurdin
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
45x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...