
Kemenag - MAN 1 Batang Hari - Pembelajaran Kimia di MAN 1 Batanghari pada 24 September 2026 menghadirkan metode inovatif untuk memahami konsep geometri molekul. Siswa kelas XI, di bawah bimbingan guru Kimia Dra. Elfa Yeni, mempraktikkan pembuatan model molekul menggunakan clay. Kegiatan ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) melalui pendekatan visual dan konkret.

Selama proses pembelajaran, siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil. Mereka bersama-sama menentukan atom pusat pada molekul, mengidentifikasi pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB), serta menentukan tipe AX?E?. Selanjutnya, siswa meramalkan bentuk molekul berdasarkan analisis tersebut. Hasil pemikiran mereka kemudian diwujudkan dalam bentuk model tiga dimensi menggunakan clay dan tusuk gigi. Beberapa molekul yang dimodelkan antara lain .BeCl₂, BF₃, dan CH₄.

Teori VSEPR sendiri menjelaskan bahwa pasangan elektron di sekitar atom pusat akan saling tolak-menolak sehingga menempati posisi sejauh mungkin satu sama lain. Prinsip ini menjadi dasar dalam menentukan geometri dan bentuk molekul. Dengan membuat model menggunakan clay, siswa dapat menghubungkan konsep abstrak yang dipelajari di kelas dengan representasi nyata yang dapat diamati dan dimanipulasi secara langsung.
Selain memperkuat pemahaman konsep, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk aktif berdiskusi, membagi tugas, menyampaikan pendapat, dan membandingkan model hasil buatan mereka dengan prediksi berdasarkan teori. Proses pembelajaran tidak hanya menekankan pada hafalan bentuk molekul, tetapi juga pada pemahaman mendalam tentang proses terbentuknya bentuk tersebut. Siswa diajak memahami alur mulai dari struktur Lewis, penentuan atom pusat, identifikasi PEI dan PEB, tolakan elektron, hingga akhirnya menentukan geometri dan bentuk molekul.

Kepala MAN 1 Batang Hari, Nurdin, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya terhadap pembelajaran yang dipandu Dra. Elfa Yeni. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata upaya menghadirkan pembelajaran Kimia yang aktif, inovatif, dan kontekstual di madrasah.
Penggunaan model dalam pembelajaran Kimia, seperti yang dilakukan di MAN 1 Batanghari, telah banyak didukung oleh penelitian. Model visual dan simbolik dapat membantu siswa memahami konsep mikroskopis dan abstrak yang seringkali sulit dijangkau hanya dengan penjelasan lisan atau tulisan. Dalam kegiatan ini, clay berperan sebagai media visualisasi, sementara tujuan utama tetap membangun pemahaman siswa bahwa bentuk molekul dipengaruhi oleh susunan dan tolakan pasangan elektron di sekitar atom pusa. mical education. Springer.
Penulis : Elfa
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
42x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...