Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Batang Hari # MAN 1 BATANG HARI MENUJU ZONA INTEGRITAS # SELAMAT DATANG DI MAN 1 BATANG HARI
Diposting Pada: Selasa, 21 Juli 2026

Eksplorasi Kriya Daerah, Siswa MAN 1 Batang Hari Asah Kreativitas dan Jiwa Wirausaha

Eksplorasi Kriya Daerah, Siswa MAN 1 Batang Hari Asah Kreativitas dan Jiwa Wirausaha

Kemenag - MAN 1 Batang Hari menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui pembelajaran mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Prakarya) di kelas XI C. Pada Senin, 20 Juli 2026, kegiatan belajar mengajar yang berlangsung pada jam pelajaran ketiga dan keempat ini mengangkat tema "Konsep Karya Kerajinan (Kriya) Daerah". Guru mata pelajaran, Samini, S.Pd., memandu langsung proses pembelajaran tersebut.

Dalam sesi pembelajaran, Samini menjelaskan secara menyeluruh mengenai konsep dasar karya kerajinan daerah. Materi yang disampaikan meliputi pengertian kriya, jenis-jenis bahan baku lokal seperti bambu, rotan, dan limbah organik, serta teknik pengolahan yang ramah lingkungan. Penjelasan ini bertujuan agar siswa memahami pentingnya mengembangkan potensi sumber daya alam lokal menjadi produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.



"Ini adalah pengantar yang penting. Siswa harus paham bahwa kriya daerah bukan hanya sekadar produk turun-temurun, tetapi juga bisa menjadi komoditas unggulan jika dikreasikan dengan inovasi. Kita ajarkan mereka bagaimana memilah bahan, mengolah, hingga finishing agar menghasilkan produk yang memiliki nilai jual," ujar Samini di sela-sela kegiatan.

Setelah sesi teori, siswa diajak berdiskusi secara interaktif mengenai tantangan pengembangan kriya daerah di era modern. Mereka kemudian dibagi dalam beberapa kelompok untuk melakukan simulasi analisis produk. Setiap kelompok mengidentifikasi keunikan dan potensi pengembangan dari berbagai kerajinan yang mereka bawa sebagai contoh, seperti anyaman bambu dari Jawa Barat dan ecoprint dari bahan alam.

Plt. Nurdin, S.Pd.M.Pd.I, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi atas metode pembelajaran yang diterapkan. Ia menilai pendekatan praktis dan berbasis kearifan lokal sangat mendukung pembentukan profil pelajar Pancasila. "Saya sangat mengapresiasi langkah Ibu Samini yang tidak hanya mengajarkan teori, tetapi langsung menghubungkan dengan kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Pembelajaran seperti ini membekali siswa dengan keterampilan vokasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja. Ilmu ini tidak hanya untuk ujian, tapi untuk bekal hidup mereka kelak, bahkan bisa menjadi peluang usaha baru yang berkelanjutan," kata Nurdin.



Wakil Kepala Madrasah Bidang Akademik, Ratih Hadiyati, S.Pd., juga menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran prakarya. Ia berharap kegiatan ini dapat memicu siswa untuk lebih berani menciptakan nilai tambah dari bahan-bahan lokal. "Ini adalah contoh nyata pembelajaran yang berpusat pada siswa. Mereka tidak hanya mendengar, tetapi diajak untuk berpikir kritis tentang bagaimana mengolah bahan alam yang ada di daerah kita menjadi produk yang memiliki nilai estetika dan ekonomi. Saya berharap ke depannya, hasil karya siswa kelas XI C ini bisa dipamerkan dalam ajang karya kreativitas madrasah," ujar Ratih.

Dari sisi siswa, antusiasme terhadap pembelajaran berbasis kearifan lokal sangat terasa. Taufik, salah satu siswa kelas XI C, mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai kerajinan daerah. "Selama ini saya pikir kerajinan daerah itu kuno dan kurang diminati. Tapi setelah belajar dari Ibu Samini, saya jadi sadar bahwa kriya daerah punya nilai seni dan cerita budaya yang tinggi. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuat ecoprint dari daun-daun di sekitar rumah," ungkapnya.



Siswa lain menambahkan bahwa pembelajaran ini membuka peluang usaha baru. Mereka diajarkan bahwa bahan sederhana seperti bambu dan rotan bisa diolah menjadi produk bernilai jual. Beberapa siswa berharap ke depannya ada praktik langsung membuat produk kriya, tidak hanya teori dan simulasi. Mereka yakin, jika diberikan kesempatan untuk membuat karya sendiri, minat dan kreativitas siswa akan semakin berkembang.

Selama diskusi kelompok, siswa saling bertukar ide mengenai potensi kerajinan yang dapat dikembangkan, seperti anyaman bambu dan batik jumputan. Harapan mereka, pembelajaran ini tidak berhenti di kelas, tetapi berlanjut ke proyek nyata yang dapat dipamerkan dan bahkan dipasarkan di lingkungan madrasah.

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan sesi tanya jawab yang hangat. Guru dan siswa juga merencanakan proyek lanjutan, di mana pada pertemuan berikutnya, siswa akan mulai merancang prototipe karya kerajinan daerah mereka. Dengan demikian, pembelajaran prakarya di MAN 1 Batang Hari tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kecintaan terhadap budaya lokal.

Penulis : Samini
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari

 


65x
Dibaca
.

Berita Lainnya:

  1. Semarak Pembukaan Classmeeting MAN 1 Batanghari, Ajang Kreativitas dan Sportivitas Siswa 1348x dibaca
  2. Semangat Pasca Lebaran, Pegawai MAN 1 Batang Hari Perkuat Layanan dan Kebersamaan 111x dibaca
  3. MAN 1 Batang Hari Gelar Istighasah for Save Palestina dan Doa Bersama untuk Jamaah Haji Batang Hari 287x dibaca
  4. Mari Transformasi Diri dengan Akhlakul Karimah demi Mewujudkan Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia 669x dibaca
  5. Bersaing dengan Semangat, Siswa MAN 1 Batang Hari Ramaikan Seleksi Futsal Talenta Nasional U-16 946x dibaca

Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MAN 1 Batang Hari

Mars Madrasah