
Kemenag - MAN 1 Batang Hari, mulai menerapkan metode baru dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap pada 2 Mei 2026. Dalam kebijakan ini, seluruh siswa mengikuti ujian menggunakan gawai atau telepon genggam pribadi. Langkah ini menjadi perubahan signifikan di lingkungan madrasah, karena selama ini penggunaan ponsel di sekolah umumnya dilarang demi menjaga ketertiban dan fokus belajar.
Pihak madrasah menegaskan bahwa penerapan ujian berbasis digital merupakan bagian dari strategi pembelajaran adaptif untuk menghadapi tantangan era digital. Siti Hadijah, S.Ag., Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) di MAN 1 Batang Hari, menjelaskan bahwa larangan penggunaan ponsel di jam pelajaran tetap berlaku. Namun, khusus untuk UAS Genap, ponsel difungsikan sebagai alat bantu dalam pelaksanaan ujian digital. "Sebagai guru PKn, saya melihat ini bukan bentuk pelanggaran. Justru kami mendidik siswa bagaimana menjadi warga negara digital yang bertanggung jawab. Mereka belajar menaati aturan: HP hanya untuk ujian, diawasi guru, dan tidak disalahgunakan. Ini sejalan dengan materi peran warga negara yang kami ajarkan di kelas," ujar Siti Hadijah.
Menurut Siti Hadijah, alasan utama penggunaan ponsel saat ujian adalah untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan pendidikan tinggi di masa depan. Ia menambahkan bahwa di era globalisasi, banyak pekerjaan yang menuntut penguasaan aplikasi digital. Melalui ujian berbasis ponsel, siswa diharapkan belajar disiplin digital, kejujuran, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

Selama pelaksanaan ujian, madrasah menerapkan sistem pengawasan yang ketat. Jaringan internet dibatasi hanya untuk kebutuhan ujian, aplikasi yang diizinkan pun hanya aplikasi ujian, dan pengawas memantau langsung setiap perangkat yang digunakan siswa. Sebelum ujian dimulai, siswa juga mendapatkan materi tentang etika digital dari guru PKn agar mereka memahami batasan dan tanggung jawab dalam penggunaan teknologi.
Salah satu siswa kelas X mengungkapkan bahwa awalnya ia merasa kaget dengan metode baru ini, namun kemudian merasa tertantang. "Biasanya tulis tangan, sekarang pakai HP. Jadi belajar mengetik cepat dan membaca soal di layar. Lumayan buat latihan, karena nanti kuliah atau kerja pasti semua serba digital," katanya.
Penerapan ujian berbasis ponsel di MAN 1 Batang Hari diharapkan tidak hanya meningkatkan prestasi akademik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kebijakan ini juga mendukung program Madrasah Digital dari Kementerian Agama RI yang mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan pendidikan madrasah.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Siti Hadijah menegaskan bahwa prinsip pelaksanaan tetap mengacu pada kedisiplinan dan integritas, dengan pengawasan ketat agar ujian berlangsung jujur dan sesuai aturan. Dengan demikian, pelaksanaan UAS digital di MAN 1 Batang Hari diharapkan dapat menjadi contoh pembelajaran adaptif di era globalisasi dan mendorong madrasah lain untuk mengadopsi inovasi serupa.
Penulis : Siti Hadijah
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
41x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...