
Batang Hari, Kamis, 12 Februari 2026-MAN 1 Batang Hari melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) mata pelajaran Al-Quran Hadis di kelas XII D. Kegiatan ini berlangsung pada jam pelajaran ke-8 dan ke-9 dengan menggunakan pendekatan deep learning dalam kerangka kurikulum berbasis cinta. Guru pengampu, Ummu Rohim, memandu pembelajaran dengan tema "Membudayakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar" yang dikaitkan dengan topik Panca Cinta, khususnya Cinta Sesama Manusia, serta pembahasan "Panggilan Cinta untuk Kebaikan Bersama."
Pembelajaran dimulai dengan kegiatan pendahuluan berupa salam, doa, dan refleksi kontekstual. Guru mengajak siswa merenungkan ilustrasi tentang kebakaran rumah tetangga sebagai analogi kemungkaran yang diibaratkan seperti api. Jika tidak segera ditangani, kemungkaran dapat meluas dan membahayakan lingkungan sekitar. Melalui analogi ini, siswa diajak memahami pentingnya amar ma'ruf nahi munkar sebagai bentuk kepedulian sosial demi keselamatan bersama. Tahapan awal ini bertujuan mengaktifkan kesadaran moral dan empati siswa sebelum memasuki materi inti.

Pada bagian inti pembelajaran, siswa diajak mengkaji QS. Ali Imran [3]: 104 dan 110 sebagai dasar nilai amar ma'ruf nahi munkar. Guru memfasilitasi diskusi kelompok untuk menelaah makna "segolongan umat" serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan deep learning, siswa tidak hanya memahami ayat secara kognitif, tetapi juga menalar makna sosial dan implikasinya dalam kehidupan nyata. Diskusi ini mendorong siswa untuk berpikir kritis dan reflektif terhadap peran mereka di masyarakat.
Implementasi kurikulum berbasis cinta terlihat dalam pembelajaran berdiferensiasi. Siswa mengerjakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar autentik, seperti Tantangan Susun Ayat, Misi Detektif Lingkungan, Analisis "Panggilan Cinta", serta Scouting the Khairu Ummah melalui The 3 Pillars Challenge. Selain itu, siswa membuat identity badge sebagai simbol komitmen dalam mengamalkan amar ma'ruf nahi munkar. Beragam aktivitas ini menciptakan suasana kelas yang aktif, kolaboratif, dan mendorong partisipasi siswa.

Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak antusias berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan melakukan pengamatan terhadap praktik kebaikan maupun potensi kemungkaran di lingkungan madrasah. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial dan rasa tanggung jawab bersama.
Pada sesi penutup, guru mengajak siswa melakukan refleksi diri mengenai peran mereka sebagai bagian dari "segolongan umat" yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Guru menegaskan bahwa amar ma'ruf nahi munkar merupakan tugas mulia yang perlu dilakukan dengan hikmah, keteladanan, dan cinta. Sebagai tindak lanjut, siswa diberikan tugas untuk melakukan satu aksi amar ma'ruf sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti mengajak teman salat tepat waktu, menjaga kebersihan, dan saling mengingatkan dalam kebaikan.
Kepala MAN 1 Batang Hari, Drs. H. Ali Permadi, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan PBM yang mengintegrasikan pendekatan deep learning dalam kurikulum berbasis cinta. Ia menilai pembelajaran seperti ini sangat relevan untuk penguatan karakter peserta didik. "Nilai amar ma'ruf nahi munkar tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi diinternalisasi melalui pengalaman belajar yang mendalam dan kontekstual. Saya berharap model pembelajaran seperti ini terus dikembangkan agar siswa MAN 1 Batang Hari tumbuh menjadi pribadi yang beriman, peduli, dan mampu menebarkan kebaikan di lingkungan madrasah maupun masyarakat," ujarnya.

Salah satu siswi kelas XII D, Meisa, juga memberikan tanggapan positif terhadap pembelajaran yang diikutinya. "Pembelajaran hari ini membuat saya lebih paham bahwa amar ma'ruf nahi munkar itu tentang saling peduli. Kegiatan LKPD seperti Misi Detektif Lingkungan seru karena kami langsung melihat contoh nyata di sekitar madrasah," ungkap Meisa.
Melalui penerapan pendekatan deep learning dalam kurikulum berbasis cinta pada mata pelajaran Al-Quran Hadis, diharapkan nilai amar ma'ruf nahi munkar dapat tertanam kuat dalam diri peserta didik. Nilai tersebut tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga kebiasaan dan budaya positif di lingkungan MAN 1 Batang Hari serta bekal karakter bagi siswa di tengah masyarakat.
Penulis : Romi
Editor : Yofi
Humas Mansa Batang Hari
|
54x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...