
Batanghari, 25 September 2025 -Inovasi pembelajaran kembali dilakukan di kelas XII A melalui penerapan Project Based Learning (PJBL) pada materi Geometri Molekul. Guru kimia mengajak siswa belajar dengan cara berbeda, yaitu menggunakan clay sebagai media untuk memodelkan bentuk molekul.
Clay merupakan bahan lunak menyerupai plastisin yang mudah dibentuk dan tidak cepat berubah bentuk. Dengan teksturnya yang elastis dan warna-warni, clay sangat cocok digunakan sebagai media pembelajaran, karena membantu siswa memvisualisasikan konsep abstrak menjadi lebih konkret dan menarik.

Dalam kegiatan ini, siswa berkreasi membentuk berbagai struktur molekul seperti linear, segitiga datar, tetrahedral, trigonal bipiramida, hingga oktahedral. Melalui aktivitas tersebut, siswa dapat melihat langsung susunan atom dan posisi pasangan elektron sesuai teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion).
Lebih dari sekadar memahami konsep, kegiatan ini mencerminkan semangat kurikulum berbasis cinta pembelajaran yang tidak hanya menekankan kognitif, tetapi juga menghadirkan suasana penuh kehangatan, kreativitas, dan kebersamaan. Guru memberikan ruang agar siswa bebas berekspresi, saling mendukung, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan.
#
Belajar dengan clay membuat saya lebih cepat paham. Kalau hanya dibayangkan di kepala, kadang susah. Tapi saat membentuk molekul dengan tangan, jadi lebih jelas bagaimana strukturnya,"ujar salah satu siswa dengan penuh semangat.
Guru kimia menambahkan, Metode PJBL ini saya pilih agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu mengkonstruksi sendiri pengetahuan mereka. Dengan media clay, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Di sinilah nilai cinta dalam belajar hadir: ada keceriaan, ada keterhubungan, dan ada keinginan tumbuh bersama.
Kepala sekolah turut memberikan apresiasi. Menurutnya, inovasi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang humanis sejalan dengan semangat kurikulum berbasis cinta. Belajar bukan sekadar tugas, tetapi pengalaman yang menumbuhkan cinta pada ilmu dan kehidupan," ungkapnya.

Melalui pembelajaran berbasis proyek ini, siswa tidak hanya terlatih berpikir kritis, tetapi juga mengasah kreativitas, kerjasama, dan komunikasi. Dengan cara ini, diharapkan siswa semakin tertarik pada dunia kimia dan memiliki bekal keterampilan berpikir tingkat tinggi yang relevan dengan tantangan abad 21.
Penulis : Elfa Yeni
Editor : Yofi
Publish : Humas Mansa Batang Hari
|
1064x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...