
Batang Hari, Jumat, 18 Juli 2025 - MAN 1 Batang Hari menggelar workshop lanjutan bertajuk "Insersi Kurikulum Berbasis Cinta dalam Pembelajaran Deep Learning" pada tahun pelajaran 2025–2026. Kegiatan ini menghadirkan Pengawas Madrasah Kabupaten Batang Hari, Amri Ikhsan, M.Pd, sebagai narasumber utama. Workshop ini merupakan langkah konkret dalam menyelaraskan proses pembelajaran dengan nilai-nilai kasih sayang, empati, serta pendekatan holistik yang mendorong siswa belajar secara mendalam, bermakna, dan menyenangkan.
Dalam pemaparannya, Amri Ikhsan menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam pembelajaran masa kini, yaitu mindful, meaningful, dan joyful. Menurutnya, pembelajaran yang baik harus memberikan kesadaran utuh kepada peserta didik (mindful), memiliki makna dan relevansi dalam kehidupan nyata (meaningful), serta menumbuhkan rasa bahagia dan antusias dalam belajar (joyful). Prinsip ini menjadi pondasi dalam penerapan Deep Learning sebagai strategi utama pendidikan di era Kurikulum Merdeka.

Kurikulum berbasis cinta yang diusung dalam workshop ini tidak hanya fokus pada aspek akademik, namun juga pada pengembangan nilai-nilai kemanusiaan. Hal ini diwujudkan melalui program kokurikuler yang mencakup pendalaman materi mata pelajaran, pembelajaran lintas mapel, penguatan karakter, serta penguatan KAIH (Kompetensi Akademik, Intelektual, dan Humaniora). Konsep KAIH ini dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan anak Indonesia hebat melalui gerakan 7 KAIH.
Lebih lanjut, Amri Ikhsan memperkenalkan tiga langkah strategis dalam Deep Learning yang harus diinternalisasi oleh guru dan peserta didik. Pertama adalah Deep Learning itu sendiri, yakni belajar secara mendalam dengan cara membaca, berdiskusi, dan mencari pengalaman. Pembelajaran tidak berhenti di permukaan, namun menggali makna, prinsip, dan keterkaitan antar konsep dalam kehidupan.

Langkah kedua adalah Deep Thinking, yang mendorong peserta didik untuk merenung dan menganalisis informasi yang diperoleh. Mereka ditantang untuk menggunakan logika dan kreativitas dalam mengevaluasi berbagai data dan narasi sebelum mengambil keputusan. Proses berpikir ini menjadikan peserta didik lebih kritis, reflektif, dan bijak dalam bertindak.
Kemudian, Deep Action menjadi langkah ketiga, yakni tindakan nyata dari hasil pembelajaran dan pemikiran. Siswa didorong untuk menerapkan ilmu dan nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari secara strategis dan bertanggung jawab. Dengan begitu, pembelajaran tidak hanya berhenti di ruang kelas, namun berdampak nyata dalam kehidupan sosial dan budaya.

Workshop ini diikuti dengan antusias oleh seluruh guru MAN 1 Batang Hari, yang berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan prinsip pembelajaran mendalam ke dalam proses pengajaran. Kepala MAN 1 Batang Hari, Drs. H. Ali Permadi, M.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan adaptif terhadap tantangan zaman.*yf
Kontributor : Yofi
Fotografer : Tiara
Tim Humas Mansa Batang Hari
|
62x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...